Bubur Semarang

Ramadhan dua tahun yang lalu, saya masih hail tujuh bulan anak pertama. Di minggu pertama Ramadhan, suami ditugaskan ke Semarang. Katanya cuma seminggu. Tujuh hari saya makan sahur dan berbuka sendirian. Lewat masa itu, suami bilang belum bisa pulang, pekerjaan belum beres. Sedih sekali, terbayang harus melewatkan hari-hari puasa sendirian. Tak tahan memendam kerinduan, saya paksakan diri ke Semarang.

Naik kereta api bisnis berangkat sore. Lewat jam sembilan malam, akhirnya sampai di kota tua Semarang. Suami sudah menunggu di stasiun Tawang. Lega rasanya belum melihat dan memeluk suami tercinta. Capai badan selama perjalanan masih saja terasa. Bersyukur, si kecil dalam perut nggak terlalu banyak tingkah.

Sampai di hotel tempat menginap, perut baru terasa keroncongan. Suami keluar beli makanan enak, namanya bubur gurih glewo buntut. Penasaran dengan namanya, say coba cari di internet. Ketemu. Untuk membuat bubur ini diperlukan bahan-bahan seprti beras, kaldu ayam, santan kara, daun salam, sere, dan garam. Cara mengolahnya cukup mudah. Masukan Beras yang telah dicuci ke dalam rice cooker Panasonic Sun Rice masak dengan air kaldu dan santan, daun salam, dan sereh, masak hingga beras menjadi sangat lunak atau menyerupai bubur, angkat daun salam dan batang serai

Sebagai penyedap makanan, bubur dilengkapi dengan sambal goreng petai yang dibuat dari buntut sapi, air, santan, daun salam, santan kental, minyak goreng, petai, tahu dan sere. Langkah-langkah pembuatannya sebagai berikut. Rebus potongan buntut hingga lunak di dalam rice cooker, kemudian angkat, dan pisahkan daging buntut dengan tulangnya. Sisihkan. Tumis semua bumbu yang telah di haluskan dalam blender, kemudian masukkan ke dalam rice cooker yang tadi masih berisikan air kaldu buntut, kemudian tambahkan santan dan masukkan kembali daging sambil diaduk – aduk hingga merata dan meresap pada daging. Tambahkan petai, tahu, dan bahan lainnya, masak untuk beberapa menit.

Selain itu, bubur dilengkapi juga bumbu halus yang dibuat dari cabe merah dibuang bijinya, bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, lengkuas, kencur, dan ketumbar. Untuk menikmati bubur ini, perlu ditambahkan taburan bawang goreng dan kcap manis. Dijamin. Rasanya maknyus.

~ oleh ceritaresepku pada Desember 18, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: